Thursday, June 30, 2011

Unggun

Semakin lara kita didera bara -
kita laungkan juga pesan merdeka:
Demokrasi sebenderang mentari
sehasrat hajat semurni harga diri.

Lama resah kita - demokrasi luka;
lama duka kita - demokrasi lara.
Demokrasi yang angkuh, kita cemuhi;
suara bebas yang utuh, kita idami!

Dua abad lalu Sam Adams berseru:
(di Boston dijirus teh ke laut biru):
Tak diperlu gempita sorak yang gebu,
diperlu hanya unggun api yang syahdu.

Kini menyalalah unggun sakti itu;
kini merebaklah nyala unggun itu.

A Samad Said

Tuesday, June 28, 2011

Dud Dud

Dud dud dud...
Suasana exam sedang menyelubungi sahabat semua, baik di UIA Gombak mahupun di UIA Kuantan (serta di tempat lain yang tak dapat dikenalpasti hekhek).

Apa yang penting menurut saya sepanjang fatrah exam ini adalah :

- hidup macam biasa. jangan skip meal masing2.
- boleh bersukan kalau bosan (walaupun belum habis study).
- minum air masak banyak2.
- kalau rasa tak khusyu' nak study sebab something, better tunaikan something tu dulu. then sambung blajar.
- cool always, no stress (again, walaupun tak habis study).
- call parents mintak restu, mohon maaf jugak pada kawan2.
- fikirkan yang akan datang, yang lepas biarkan berlalu.
- no hard/heart feeling, 0-0 okay?
- terima kasih pada semuaaaaa :]

semoga Allah mengurniakan kejayaan yang Hakiki untuk kita semua.
Kalau rajin, baca yang ni jugak :P

selingan. hikhik

Monday, June 20, 2011

Lelakiku

Dulu,
Bila disebut lelaki,
Wanitanya mendongak megah,
Lelaki kami Asadullah, Saifullah,
Tokoh kami ramai tak terkira,
Kini,
Bila disebut lelaki,
Wanitanya menunduk lemah,
Tokoh kami sedikit sekali,
Ramainya boneka Yahudi.

Dulu,
Bila disebut lelaki,
Wanitanya tenang di hati,
Lelaki kami menjaga, melindungi,
Kini,
Bila disebut lelaki,
Wanitanya mahu cabut lari,
Lelaki khianat, perogol bersiri.

Dulu,
Bila seorang wanita teraniaya,
Sepasukan kuda putih membela,
Al-Mu’tasim kebanggaan wanita,
Kini,
Ribuan wanita suci dipenjara,
Fatimah diperkosa minta dibela,
Lelaki tunduk tak bertenaga.

Dulu,
Bila wanita di bawah jagaannya,
Lelaki memagari sehabis daya,
Tiada siapa berani menggoda,
Kini,
Bila wanita di bawah jagaannya,
Lelaki tak kisah auratnya terbuka,
Wanitanya dibiar bebas, binasa.

Dulu,
Lelaki menggadai harta dan nyawa,
Untuk mengangkat kemuliaan agama,
Kini,
Lelaki menggadai ketinggian agama,
Demi nafsu, dunia dan seisinya.

Dulu,
Lelaki bermatian mencipta sejarah,
Kental berjihad, tekun berdakwah,
Kini,
Lelaki hanya menyanjungi sejarah,
Diri bermalasan, tenaga tak dikerah.

Dulu,
Lelaki memperjuangkan deen dan ummah,
Al-Farouq, Zunurain mati terbunuh,
Kini,
Lelaki memperjuangkan diri dan kroninya,
Hingga sanggup membunuh.

Dulu,
Lelaki bersatu menghadapi musuh,
Angkatannya kuat dan teguh,
Kini,
Lelakinya berpuak dan berpecah,
Sesama sendiri saling bertelingkah.

Kembalilah lelakiku,
Pada kelelakianmu,
Kami rindukan lelaki dulu,
Acuan Madrasah Rasul.

petik dari buku :
Syabab Musafir Kasih, Fatimah Syarha.

Thursday, June 9, 2011

Teen Love

The day outside at lunch looked rather nice
So I take a walk in the park to get some excercise

When much to my surprise I see a hijabi and a guy
Committing zina openly, right under the open sky

As I walk along the path they cease with shame
After I have passed they continue all the same

Its sad though, they stopped for only human me
Yet remain aloof of the All-Seeing, Allah Almighty

Whom we will have to answer to on Judgement day
When each of our actions He will survey

The decision, to jannah or jahannam, will take place
Ask yourself now, which one is it that you chase?

You fool yourself that this maybe love
Ask them to marry and see how you get the shove

For it is only lust at your tender age
And with the devil you both engage

So stop these shenanigans and open your eyes
The true purpose of life come to realise

Yourself, from sins and evil of zina do save
Before its too late and you are already in the grave

Stop, turn to Allah and sincerely repent
Mend your ways and follow Jannah's scent!


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...